★★★★★
Pertama kali naik gunung dan nggak sekalipun merasa sendirian. Guide-nya sabar banget, porternya juara.
Raka, 31TRIP RINJANI · AGU ’25
BERANDA / TESTIMONI
Jangan cuma percaya kata kami. Ini kata mereka yang sudah pulang dengan galeri HP penuh dan teman baru.
“Booking iseng, pulang-pulang dapat tempat favorit baru, galeri HP penuh, dan teman yang sampai sekarang masih saling kirim meme.”
DARI GRUP WHATSAPP KE SINI
Sebagian kecil cerita dari peserta yang sudah berangkat bareng Nunjukpeta.
Pertama kali naik gunung dan nggak sekalipun merasa sendirian. Guide-nya sabar banget, porternya juara.
Tokyo terasa ramah karena semua sudah diatur. Aku tinggal menikmati ramen jam 2 pagi tanpa mikirin logistik.
Raja Ampat itu nyata dan lebih cantik dari foto. Homestay-nya hangat, makanannya enak, lautnya bikin speechless.
Datang sendirian, pulang dengan delapan teman baru. Sekarang kami punya grup "alumni Bromo" yang masih aktif.
Ubud retreat-nya pas banget buat reset kepala. Yoga pagi, kelas masak, terus tidur siang. Sempurna.
Subuh-subuh naik balon di Cappadocia, lihat ratusan balon lain melayang. Momen yang bikin merinding.
Harganya jelas dari awal, nggak ada biaya kejutan. Itu yang bikin aku langsung booking trip kedua.
Kyoto di musim gugur bareng grup kecil terasa intim. Tour leader-nya tahu semua kedai teh tersembunyi.
Trekking Himalaya itu mimpi dari SMA. Nunjukpeta bikin mimpinya terasa aman dan mungkin.